Transistor

Wednesday, October 22nd, 2014 - Elektronika Dasar

Transistor adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari 3 lapis N-P-N atau P-N-P. Transistor merupakan salah satu jenis komponen aktif elektronika. Dalam rentang operasi, arus kolektor IC merupakan fungsi dari arus basis IB. Perubahan pada arus basis IB memberikan  perubahan yang diperkuat pada arus kolektor untuk tegangan emitor-kolektor VCE yang diberikan. Perbandingan kedua arus ini dalam orde 15 sampai 100.

Simbol Transistor

Simbol TransistorSimbol Transistor NPN dan PNP

Simbol untuk transistor dapat dilihat pada gambar diatas. Sedangkan karakteristik transistor dapat digambarkan sebagai berikut.

Karakteristik transistorGrafik Karakteristik Transistor

Tegangan Kerja Transistor

Salah satu cara pemberian tegangan kerja dari transistor dapat dilakukan seperti pada gambar dibawah. Jika digunakan untuk transistor jenis NPN, maka tegangan Vcc-nya positif, sedangkan untuk transistor jenis PNP tegangannya negatif.

Tegangan Kerja TransistorTegangan Kerja Transistor

Arus Ib (misalnya Ib1) yang diberikan dengan mengatur Vb akan memberikan titik kerja pada transistor. Pada saat itu transistor akan menghasilkan arus collector (Ic) sebesar Ic dan tegangan Vce sebesar Vce1. Titik Q (titik kerja transistor) dapat diperoleh dari persamaan sebagai berikut :

Persamaan garis beban = Y = Vce = Vcc –  Ic x RL
Jadi untuk Ic = 0, maka Vce = Vcc dan untuk Vce = 0, maka diperoleh Ic = Vcc/RL

Apabila harga-harga untuk Ic dan Ice sudah diperoleh, maka dengan menggunakan karakteristik transistor yang bersangkutan, akan diperoleh titik kerja transistor atau titik Q.

Pada umumnya transistor berfungsi sebagai suatu switching (kontak on-off). Adapun kerja transistor yang berfungsi sebagai switching ini, selalu berada pada daerah jenuh (saturasi) dan daerah cut off (bagian yang diarsir pada gambar karakteristik transistor diatas. Transistor dapat bekerja pada daerah jenuh dan daerah cut off-nya, dengan cara melakukan pengaturan tegangan Vb dan rangkaian pada basisnya (tahanan Rb) dan juga tahanan bebannya (RL). Untuk mendapatkan on-off yang bergantian dengan periode tertentu, dapat dilakukan dengan memberikan tegangan Vb yang berupa pulsa, seperti pada gambar berikut.

Tegangan Input dan Tegangan Output TransistorTegangan Input dan Tegangan Output Transistor

Apabila Vb = 0, maka transistor off (cut off), sedangkan apabila Vb=V1 dan dengan mengatur Rb dan R1 sedemikian rupa, sehingga menghasilkan arus Ib yang akan menyebabkan transistor dalam keadaan jenuh. Pada keadaan ini Vce adalah kira-kira sama dengan nol (Vsat = 0.2 volt). Bentuk output Vce yang terjadi pada gambar diatas. Apabila dijelaskan adalah sebagai berikut :

Pada kondisi Vb = 0, harga Ic = 0, dan berdasarkan persamaan loop :

Vcc + Ic R1 + Vce= 0, dihasilkan Vce= + Vcc

Pada kondisi Vb = V1, harga Vce= 0 dan Iv = I saturasi

Untuk mendapatkan arus Ic, (I saturasi) yang cukup besar pada rangkaian switching ini, umumnya RL didisain sedemikian rupa sehingga RL untuk transistor tersebut mempunyai tahanan yang kecil.

Title : Transistor
Archive : Elektronika Dasar

You may also like, related Transistor